Home  
BannerBannerBannerBannerBanner
 
Support Online
Maria
Yulianto
Adereza
Solehudin

Profile Sekolah
 Sejarah Sekolah
 Visi dan Misi
 Fasilitas Sekolah
 Prestasi Sekolah
 Kepala Sekolah
 Staff Guru
 Staff Tata Usaha
 Komite Sekolah

Layanan Online
 Nilai Online
 Jadwal Online
 Absensi Online
 Pendaftaran Online

Links
 BSE
 Digital Library
 Forum Online
 Training Center
 Webmail
 Pondok Sengked

Kalender
September 2010
M S S R K J S
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

 

ARTIKEL
Sekolah Untuk Belajar Atau Untuk Lulus Ujian ?

Oleh: Redaksi Buletin SMK Adi Sanggoro


Dunia pendidikan Indonesia sedang resah. Dalam Ujian Akhir Nasional yang baru saja dilakukan, sangat banyak pelajar setingkat SMA yang tidak lulus. Mereka gagal dalam ujian yang hanya mengujian tiga mata pelajaran, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Tiga matapelajaran saja dari sekian banyak matapelajaran yang harus di kuasai di bangku SMA.

Mencermati pendidikan kita tentu akan banyak pertanyaan dalam hati. Sebenarnya apa fungsi sekolah itu, sebagai tempat belajar atau tempat agar kita lulus ujian dan mendapat ijazah ? Jika pilihannya adalah sebagai tempat belajar, maka yang dilakukan adalah membentuk wawasan, cara berfikir, dan cara memecahkan masalah.

Sebagai tempat belajar, maka titik tekannya adalah ada pengenalan pola dan pemahaman, dan bukan untuk menghafal
Jika kita memandang bahwa sekolah adalah tempat belajar, maka cara pandang kita untuk menentukan kelulusan seorang siswa seharusnya berbeda dengan apa yang ada sekarang. Kita harus menilai proses secara keseluruhan, dan bukan hanya mengujikan tiga mata pelajaran di akhir waktu.
Menilai lulus tidaknya seorang siswa hanya dengan UAN, tentu tidak akan mendidik siswa untuk belajar, tapi mendidik untuk lulus ujian. Akibatnya, banyak berdiri lembaga bimbingan yang hanya mengajarkan bagaimana menjawab soal. Ada banyak trik, tips, dan pengenalan pola-pola soal ujian, serta prediksi soal untuk mengantarkan siswa lulus ujian. Akhirnya, bimbingan menjadi sesuatu yang sangat diminati siswa.
Ujian model menjawab soal seperti yang ada sekarang, bagi saya lebih pada ceremonial saja, karena seorang siswa biasanya akan bisa menjawab sekian soal karena dia belajar sebelum ujian. Namun sekian lama setelah ujian tentu dia akan butuh waktu untuk belajar kembali.
Inti belajar sebenarnya hanyalah untuk membuka wawasan, pengetahuan dan memahami pola, bukan dia harus bisa saat itu juga. Toh dalam kehidupan real, open book itu sah-sah saja. Siapapun tidak akan bisa mengingat semua pelajaran yang telah diperoleh sebelumnya, termasuk seorang Doktor.

Yah, tulisan ini dibuat sekedar untuk kita jadikan bahan renungan, tanpa bermaksud untuk menganggap remeh mengenai standar kelulusan yang sekarang dipakai..[red]

 

 
Copyright © 2010 - 2010
Jl. Sengked No. 1 Dramaga Bogor

Telp. 0251-8620219 fax. 0251-8621137