Bogor- Pada tanggal 03 Januari 2009. anak-anak pecinta alam Adi Sanggoro(Paladis) melaksanakan kemping di daerah kaki Gunung Pangrango, tepatnya di daerah Mega Mendung Cisarua-Bogor selama 4mpat hari tiga malam. Disaat teman-temannya berlibur keluar kota bersama keluarganya tetapi mereka lebih memilih kemping di daerah yang jauh dari pemukiman bahkan untuk memberi kabarpun susah sekali karena sinyal yang tidak ada.Tetapi, semua itu tidak menyurutkan semangat mereka, keriangan tetap terpancar dari wajah anak-anak paladis. Kegiatan yang diketuai oleh M Kholik ini sangat menyenangkan, apalgi dengan tingkah kocak kakak pembimbing yang menemani anak-anak dalam kegiatan tersebut menambah kegiatan ini menjadi berwarna.
Dari pertama mau berangkat, anak-anak paladis sangat antusias dengan kegiatan tersebut, bahkan sesampainya di daerah kaki Gunung Pangrango mereka tetap semangat padahal udara begitu panas menyengat kulit bahkan mereka tidak menghiraukannya. Kegiatan tersebut sangat berkesan bagi anak-anak Paladis khususnya anak kelas X (sepuluh) yang baru merasakan bagaimana hidup dikeheningan malam, dengan ditemani suara-suara binatang yang ada di hutan tersebut.
Pada hari ke dua, anak-anak Paladis melakukan Tracking ke daerah air mancur. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta. Ditengah perjalanan, Kami menemukan sejenis binatang yang menyerupai lintah yang namanya pacet. Pacet ini adalah binatang yang suka menghisap darah dan berada di dedaunan dan juga rerumputan. Banyak anak Paladis yang mengeluh kesakitan dengan adanya pacet, tetapi karean anak-anak ini sudah terbiasa dengan binatang tersebut jadi ga ada masalah. Hanya saja, bagi anak-anak kelas X pengalaman bertemu pacet ini adalah hal yang baru, karena tidak pernah ditemukan sebelumnya. Meski demikian, semangat anak Paladis ini sangat besar untuk melanjutkan perjalanan. Di tengah kepungan pacet mereka berjalan, berlompatan, dan bergerak seakan-akan tidak ada hal yang mereka pikirkan, padahal pacet ini selain menghisap darah bisa juga membuat gatal bagi orang yang dihisap darhnya.
Setelah empat kilo berjalan, ketika kaki telah letih berjalan, maka sampailah kami di daerah air terjun. Daerah yang sangat indah dengan panorama lain yang sangat cantik tanpa sentuhan tangan jahil, menambhan keindahan air terjun tersebut. Puji syukur kehadirat Illahi Raobbi yang telah menciptakan alam ini. Rasa senang dan gembira terpancar dari anak-anak Paladis, seakan-akan mereka melupakan binatang pacet yang menempel di kaki mereka. Sejenak mereka berpikir dengan keindahan alam yang dianugerahkan Tuhan YME. Maju terus anak-anak Paladis, jangan hiraukan apapun yang menghadang. Kalian adalah anak-anak penerus bangsa, pecinta lingkungan dan penjelajah hutan yang handal. Hidup Paladis........!![Sopyan]